Chapter 2 : Kenyataan
Walau lemas.... perlahan mata Rival terbuka sedikit demi sedikit. Namun saat dia membuka matanya, dia bingung. "Dimana ini? Dimana ini?" berbicara dalam hatinya. Terlihat sesosok pria didepannya, duduk di atas batu sebari melihat ke arah nya. Rival memaksakan diri tuk bertanya padanya "siapa kau ?". "Siapa Aku ? O iya perkenalkan. Nama ku Toki, aku lah yang telah menyelamatkanmu dari wyvern itu". "Benarkah? Terima kasih Toki banyak, sekarang aku harus kembali ke desaku dan mencari teman temanku". "Sebaiknya kau tidak ke sana Rival !!!", "Apa maksud mu? ". "karna nanti yang akan kau temukan hanyalah mayat mayat dan puing yang berserakan penuh darah". "Apa maksudmu hanya aku yang tersisa disini? hanya aku yang kau selamatkan??" Rival berteriak dengan meneteskan air mata "Kenapa.......? kenapa kau biarkan aku hidup Toki ? lebih baik aku mati dari pada aku hidup hanya untuk sendiri". "Seharusnya kau bersyukur Rival, walau kau kini sendiri, kau bisa hidup untuk meyadari betapa berharganya hidup itu. sebaiknya sekarang kau tenangkan dirimu dulu. makanlah dulu. aku hanya bisa mendapatkan ikan saja. tapi lumayan untuk mengganjal perut mu" Toki mendinginkan hatinya. Sedikit demi sedikit hati Rival mengakui bahwa yang dikatakan Toki memang benar.
Disuasana hening, Toki mencoba membuka pembicaraan lagi, "Rival, Bagaimana kau melakukannya?" . "Melakukan apa?". "Apa kau tidak ingat ". "yang aku ingat hanyalah saat aku melihat wyvern yang akan membunuhku lalu aku tidak ingat apa apa lagi, memang apa yang terjadi ?" . "ternyata benar kau tidak ingat. akan ku beritahu, kau telah menjatuhkan wyvern itu dengansatu serangan. yah. yang kau lakukan adalah sihir, kau menyerangnya dengan sihir es. Kau pasti seorang penyihir, iya kan ?". "Apa Maksud mu ? Aku tidak pernah bisa menggunakan sihir?. "Apa? tapi aku melihatnya sendiri dengan mataku. sihir yang hebat". "Entahlah Toki aku kehilangan ingatan masa kecil ku jadi aku tidak tahu apa apa. Toki apa aku boleh bertanya sesuatu padamu ?". Bertanya apa?". "Apa kau tau sesuatu tentang mereka yang telah membantai desaku ?".
"sedikit, mereka adalah anak buah dari perkumpulan kegelapan yang bernama "Dark Revenz". mereka menggunakan segala cara untuk bisa mencapai ambisi mereka, yaitu menguasai Dunia ini. Tapi aku tidak tahu kenapa mereka menyerang desa mu. mungkin mereka sedang mencari sesuatu". "Entahlah Toki, Tapi aku akan mencari tau nya. dan mengungkap kembali ingatan ku yang hilang"
Apa yang akan ter jadi pada Rival dan Toki selanjutnya? Tunggu di chapter selanjutnya. "Perjalanan"
kalo mau koment yang sopan ea !!!!!!!!
cerita fantasi
Rabu, 18 Desember 2013
Minggu, 08 Desember 2013
Ice Emperor
Ice Emperor
Prolog.....
20 tahun yang silam. di sebuah pedesaan yang dingin, " Desa Rover ". Terdapat seorang anak laki-laki periang yang mudah berteman dengan siapa saja. Namun pembantaian akan mengubah segalanya.
Chapter 1. Pembantaian
Terlihat dari jauh, beberapa anak sedang berlarian, bermain dengan riang. salah satunya bernama Rival. "Hey Rival" , "apa". "Kau dengar sesuatu? Seperti Rauman". Sementara itu dari jauh orang orang berlarian dan berteriak " lari.......lari.......lari". Dengan penasaran Rival bertanya "ada apa ini?", "lari nak ada banyak monster menyerang desa kita". Kepanikan tak bisa terlerakan, Rival melihat lurus kedepan. ternyata bukan hanya monster, tapi juga manusia seperti dirinya, hanya saja mereka memakai armor seperti pasukan yang dikirim dari neraka. mereka mebawa banyak senjata. Dengan matanya sendiri, Rival harus melihat orang dan monster itu memenggal dan membunuh orang orang yang di tangkapnya. bukan hanya itu, Rival terkejut ketika dia juga melihat hewan besar bersayap yang terbang dan bisa mengeluarkan bola bola api dari mulutnya lalu menembakan bola api itu ke rumah rumah hingga hancur tak tersisa. Rival terus berlari, berlari dan berlari, hingga terasa hembusan angin besar menghadangnya dan membuat ia terkejut. Ternyata itu adalah hembusan Wyvern yang akan menyemburkan api. Rival tak bisa menggerakan kakinya, hati nya berkata bahwa ia akan mati disini, air mata mengalir dari matanya menandakan dia telah menyerah akan keadaan ini, keadaan dimana semua teman, saudara keluarga dan yang lainnya di bantai membabi buta di hadapannya sendiri. Namun saat dia akan menyerah, tiba tiba matanya berubah menjadi biru, ddia mengepalkan tanganya. Tanganya bercahaya, biru, beruap dan dingin. Pandangannya sayup, seperti akan membunuh. dari jarak beberapa meter dari Wyvern tersebut, dia seperti akan memukulnya. Tanpa melangkah, Rival menggerakan Kepalan tangannya lalu memukul wyvern itu dari jarak jauh. Entah bagaimana, dari kepalannya tanganya itu mengeluarkan semburan es yang meghantam wyvern itu hingga jatuh. Namun kekuatan itu menguras tenaganya hingga ia tersungkur dan pingsan. Wyvern yang jatuh itu terbangun lagi lalu mengangkat kakinya yang besar itu dan akan menginjak Rival. Tiba tiba sebelum menginjak Rival, wyvern itu malah terpental jauh oleh kekuatan misterius. seorang laki laki lalu berlari, menggendong Rival lalu menjauh dan pergi. meninggalkan semua kehancuran ini.
Siapa Dia ???
Bersambung........
Prolog.....
20 tahun yang silam. di sebuah pedesaan yang dingin, " Desa Rover ". Terdapat seorang anak laki-laki periang yang mudah berteman dengan siapa saja. Namun pembantaian akan mengubah segalanya.
Chapter 1. Pembantaian
Terlihat dari jauh, beberapa anak sedang berlarian, bermain dengan riang. salah satunya bernama Rival. "Hey Rival" , "apa". "Kau dengar sesuatu? Seperti Rauman". Sementara itu dari jauh orang orang berlarian dan berteriak " lari.......lari.......lari". Dengan penasaran Rival bertanya "ada apa ini?", "lari nak ada banyak monster menyerang desa kita". Kepanikan tak bisa terlerakan, Rival melihat lurus kedepan. ternyata bukan hanya monster, tapi juga manusia seperti dirinya, hanya saja mereka memakai armor seperti pasukan yang dikirim dari neraka. mereka mebawa banyak senjata. Dengan matanya sendiri, Rival harus melihat orang dan monster itu memenggal dan membunuh orang orang yang di tangkapnya. bukan hanya itu, Rival terkejut ketika dia juga melihat hewan besar bersayap yang terbang dan bisa mengeluarkan bola bola api dari mulutnya lalu menembakan bola api itu ke rumah rumah hingga hancur tak tersisa. Rival terus berlari, berlari dan berlari, hingga terasa hembusan angin besar menghadangnya dan membuat ia terkejut. Ternyata itu adalah hembusan Wyvern yang akan menyemburkan api. Rival tak bisa menggerakan kakinya, hati nya berkata bahwa ia akan mati disini, air mata mengalir dari matanya menandakan dia telah menyerah akan keadaan ini, keadaan dimana semua teman, saudara keluarga dan yang lainnya di bantai membabi buta di hadapannya sendiri. Namun saat dia akan menyerah, tiba tiba matanya berubah menjadi biru, ddia mengepalkan tanganya. Tanganya bercahaya, biru, beruap dan dingin. Pandangannya sayup, seperti akan membunuh. dari jarak beberapa meter dari Wyvern tersebut, dia seperti akan memukulnya. Tanpa melangkah, Rival menggerakan Kepalan tangannya lalu memukul wyvern itu dari jarak jauh. Entah bagaimana, dari kepalannya tanganya itu mengeluarkan semburan es yang meghantam wyvern itu hingga jatuh. Namun kekuatan itu menguras tenaganya hingga ia tersungkur dan pingsan. Wyvern yang jatuh itu terbangun lagi lalu mengangkat kakinya yang besar itu dan akan menginjak Rival. Tiba tiba sebelum menginjak Rival, wyvern itu malah terpental jauh oleh kekuatan misterius. seorang laki laki lalu berlari, menggendong Rival lalu menjauh dan pergi. meninggalkan semua kehancuran ini.
Siapa Dia ???
Bersambung........
Langganan:
Postingan (Atom)